repudiasi seorang pendusta


Malam ini kian membuta,sementara aku masih bergulat dengan diri,mencoba untuk memerangi hati yang kian terkoyak. Aku kini lelah pun sendiri. Aku enggan bercakap-cakap dengan malam, karena ia menawar kantuk dan mengoda aku ke peraduaan. Akhhhh......aku ingin menyihir malam ini menjadi malam permenungan bagi seorang pendusta,yang datang tanpa permisi dan pulangpun tanpa pamit. Keterlaluan!

Kemarin aku tak sungkan menyapa dia "sahabat", kendatipun aku tak tahu dengan siapa aku berkerabat. Kemarin ia polos bagai teman sejawat, bersenda gurau bak menguak rindu yang kian tertunda. Riak tawa hari kemarin masih mengiang di relung sebuah hati, tentang luhungnya sebuah pertemuan. Ohhhhh.....indahnya aku memilikimu!

Tapi???

Malam ini sunyi,seperti bumi tak lagi berpenghuni. Hati ini menjadi kelam, bungkam, tatkala secercah asa menjadi nihil lantaran kutahu: You are the mother of two children,a deceiver. Sorry...so sorry, i have to stay away. You are a deceiver.

by kons

Vienna 28/11/08

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Carpe Diem

Gramatik A1-B1

Penghantar Belajar Bahasa Jerman