Gedicht/puisi
AKU MALU
Tatapanmu sayu
membersit rindu tak berujung
Perangaimu tenang
menantang hati ingin bertamu
Kupandang matamu nan dalam
tak berkedip engkau membalas
kucoba untuk menyentuh
seribu keengganan menghadang.
akh...aku malu.
Vienna,2007
DATANGLAH
Setahun telah lewat
kupeluk dirimu dalam bayangan
Waktu pun berlanjut
merobek tetesan-tetesan wajahmu
yang terus mengabur
Kemarin kugapai engkau dalam kenyataan
kulukiskan pesonamu nan teliti
tak terlupakan
Lantas.....???
Hari ini sisa titik membekas
melemahkan ingatkanku
melumpuhkan cintaku.
Puteri....
Datanglah dalam khayalku!
Vienna,2008
(dua puisi berikut ini,aku tulis buat seorang sahabat anonim)
SIAPAKAH ENGKAU
tempat kau berpijak asing bagiku
nama yang kau sandang baru bagiku
siapakah engkau?
Rumahmu seperti gubuk
dirimu bagaikan debu
parasmu tak seelok rembulan
begitu katamu
Tapi....??
Ribuan rupiah kau berikan untukku
kebijaksanaan kutimba darimu
Siapakah engkau?
St.condrad,2006
DOA
Merenung aku dengan tanya
membayang indah nirwanamu
berkusuk aku dalam doa
menanti jawaban berlabuh
Engkau...??
Adakah engkau seorang yang kaya?
Adakah engkau seorang miskin?
Aku tak tahu
Namun doa kupanjatkan selalu.
St.codrad,2006
ICH
Es dämmerte am Horizont
ich schaute auf den Sonnenuntergang,
Träumte von dem blauen Himmel.
Auf einmal war ich allein
einsam in dem langen Abend
ohne jemanden zu haben.
Ich stützte meinen Kopf
beugte nieder
weinte und dachte
daß ich wieder ich bin
allein und wieder allein.
Buku harian,vienna,21 mei 2008
Komentar
Posting Komentar