Sisi Sepi Sebuah Transisi NAMANYA tak disebut-sebut dalam hiruk-pikuk pemberitaan seputar Jajak Pendapat PBB (UN Plebiscite) di bekas propinsi RI ke-27 Timor Timur pada 1999. padahal Adi Sasono, yang baru-baru ini wafat, adalah salahsatu dari ‘Trio Habibie’ yang berperan dalam transisi 1997-1999. Pers asing malah mencatatnya, meski cuma sepintas, ketimbang pers kita. Maklum, media massa Indonesia dibesarkan di bawah ketiak Orde Baru. Mereka terbiasa menulis dalam narasi dan semangat bahwa Indonesia telah mengucurkan trilyunan dana “pembangunan” dan kini harus “kehilangan” sebuah propinsi yang “tak tahu berterima kasih”. Jadi, “pantaslah” bila tentara kita hengkang dengan penuh amarah dan kekerasan. Dalam kerangka itu, biang kerok “lepasnya” Tim-Tim bukan keangkuhan dan kelemahan kita, melainkan permainan adidaya Amerika Serikat, yang mendukung invasi, tapi selepas Perang Dingin menyia-nyiakan kita, dan Australia, yang mengincar minyak di Laut Timor. Begitu alur gagasan media umumn...