Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Copyright © 2018, Parole: Journal of Linguistics and Education, p-ISSN 2087-345X, e-ISSN 2338-0683 Parole: Journal of Linguistics and Education, 8 (2), 2018, 46-51 Available online at: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/parole Grammatical Errors in English for Office BLK  Instructional  Materials Konstantinus Kapu * , Endah Dewi Muliandari, Deli Nirmala Diponegoro University, Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang 50275, Indonesia A B S T R A C T English for Office is one of the programs that is conducted by Balai Latihan Kerja (or BLK for short) or Vocational and Education Training Center (VETC) in Kajen, Pekalongan. BLK has 30 students who prepare their English to work at offices. The English materials are supplied by BLK staff. This paper aims at finding out errors and inter-language phenomena which occur in the English for Office material used at BLK training. The data were collected by observing the English for Office material at BLK. The resul...

Roe: Dahulu, Sekarang dan Yang akan datang

Roe; Dahulu, Sekarang dan Yang akan Datang (refleksi singkat) Tanggal 5 juli 1995 saya meninggalkan kampung halaman Roe diusia yang masih cukup belia, 12thn. Kini hampir dua dekade lebih telah berlalu dan saya yang tadinya hanya anak ingusan, kini balik ke kampung halaman dengan seorang istri dan seorang anak lelaki; Hernan, anugerah pernikahan kami di tahun 2018 yang lalu. Hal ini persis seperti wejangan orang Manggarai, Manuk bakok laing moon, bapa lalong duu kolen .Tapi kali ini, saya tidak bermaksud menceritakan  ziarah panjang yang telah saya lalui tetapi sekadar bernostalgia dengan kampung  halaman tercinta, Roe,Cunca Lolos. Rentang waktu 1995-2019 adalah sebuah siklus waktu yang lumayan panjang dan setiap kali pulang ke Roe, hati saya selalu diliputi kegembiraan. Bagaimana tidak, Roe yang dulu pernah saya rasakan bersama pak Jhoni Pampung dan kraeng Albert Agung sudah banyak berubah dengan Roe yang kini maju pesat. Bayangkan saja, kalau kita menceritakan kepa...

The Last SMS

Gambar
The last SMS by konstantin   Gegen  16.00 Uhr war der Himmel  dunkel, aber auf der Straße sind noch viele Autos  gefahren. Ich fühlte mich leer, wie die Nacht ohne Sterne, als ich in meinem Aufenthalts- zimmer meinen Koffer einpackte. Niemand wusste, wie ich mich fühle und was ich in dem letzten Moment sagen wollte.  Ich  schwieg nur, als ob ich ein Stummer wäre. Es hieß Abschied nehmen. Von meinen Eltern, Geschwistern, Bekannten, Verwandten, Kolleginnen, Kollegen, Mitbrüdern und allen, die dazu gehörten, musste ich Abschied nehmen.  Grundsätzlich wollte ich weinen, weil es so traurig war, aber ich lächelte, damit die andern nicht sehen konnten, dass ich weinte. Das war eine Träne im Lächeln. Eine halbe Stunde später  fuhren  wir zum Flughafen, da die Lufthansa um 19.00 Uhr  fliegen würde.  Ich saß im Auto hinten neben meiner  Tante. Im Auto machte ich meine Augen zu, um mein Traurigkeitsgefühl  ...