"Gila"


"Dingin,terasa dingin menyengat kulit tubuhku yang seolah-olah kaku.Jari-jemariku gemetaran lantaran winter mengundang kantuk. Akh hibernating,itu kan hanya untuk binatang bukan untuk manusia seperti aku.Atau,adakah dingin yang mengusik ini adalah ulah kerakusan manusia,dimana dunia terus dieksploitasi??
Hmm..aku tak tahu persis, jika memang itu salah manusia, tapi toh, dalam iman aku percaya kalau sang Khalik tak lepas tangan, begitulah kira-kira janjiNya yang kupahami pada kisah bahtera Nuh(BUSUR-KU KUTARUH DI AWAN SUPAYA ITU MENJADI PERJANJIAN AKU DAN BUMI Kej.9:13).
Akh...menjadi manusia ternyata kontroversial juga. Kalau dingin,mengeluh dingin,kalau panas malah menyahut,global warming. Manusia memang tidak pernah puas"

Lamunanku buyar,,tatkala kreta yang kutumpangi perlahan-lahan bertolak dari stasiun menuju Bonn.Germany. Dibalik pintu kreta kumenatap wajah cengengesan,tak terawat,orang gila. Mulutnya berkomat-kamit,sekali waktu iya berbicara sendiri. Dan aku dengan sadar menghakiminya:

"Dasar orang gila!"

Sejenak penghakimanku berbalik menjadi sebuah pertanyaan:

"Apakah yang dapat kupelajari dari orang gila ini?? bukankah dia toh sampah masyarakat??"

Tercenung aku mencari jawaban tapi nihil.

"Adakah yang dapat kupelajari darinya???" sahutku sekali lagi

Dalam pertanyaan yang berlarut-larut,aku toh akhirnya menemukan hal eksistensial yang dapat aku pelajari darinya,yaitu KETIKA SI GILA BERBICARA DENGAN DIRINYA SENDIRI,sadarlah aku bahwa berbicara dengan diri sendiri adalah POINT yang dapat kupelajari darinya.
Seketika itu, aku pun mulai berbicara dengan diri sendiri,"MENJADI ORANG GILA".
Dengan menjadi "GILA", aku bisa berbicara dengan diriku sendiri,berrefleksi,membuat pertanyaan sendiri dan menjawabnya pula sendiri. "GILA"
Tapi tak mengapa,aku juga tidak menyesalinya kalau saat itu aku pernah "GILA",malahan aku mensyukurinya, karena sejak itu, aku keseringan "GILA", tapi bukan gila-gilaan loh.
"GILA" ternyata seperti opium.
"GILA" menggenapkan pikiran seorg filsuf: HIDUP YANG TIDAK DIREFLEKSIKAN,TIDAK LAYAK DIHIDUPI.

By: Koka
On the way to Bonn and Köln In Dec.2009.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Carpe Diem

Gramatik A1-B1

Penghantar Belajar Bahasa Jerman